Gejala Penyakit Malaria dan DBD Berbeda

Pemalang – Banyak orang mengira gejala penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD) sama padahal berbeda. Hal itu dijelaskan dr. Argarini Dian Pratama dan surveilans penyakit malaria Tri Sulistiyono Arum Widodo dari Puskesmas Banjardawa dalam acara Dialog Kesehatan di Radio LPPL Swara Widuri 87,7 FM yang dipandu host Nasyafira, Rabu (9/7/2025). 

 

Dalam dialog yang juga disiarkan melalui live streaming YouTube radio tersebut, dr. Argarini menjelaskan bahwa gejala malaria ada dua jenis yaitu ringan dan berat, untuk yang ringan gejalanya flu berat disertai demam yang muncul mendadak, mual, muntah dan menggigil, sedangkan untuk gejala beratnya seperti kejang, penurunan kesadaran hingga kematian.

 

“Nah, untuk gejala demam berdarah dengue yaitu panasnya naik turun.” ujarnya.

 

dr. Argarini memaparkan, penyakit malaria menyerang negara tropis, penyebabnya dari plasmodium yaitu falciparum dan vivax, yang ada di Indonesia yaitu plasmodium falciparum karena dia itu berbahaya dan modelnya dengan vivax itu tidak ada relapse (tidak bisa berulang).

 

“Kalau sudah kena ya kemungkinan tidak bisa kena lagi kalau yang falciparum, kalau untuk vivax jarang ditemukan di Indonesia,” lanjutnya.

 

Kemudian, Argarini menyampaikan, penyakit malaria tidak disebabkan oleh nyamuk, kata Argarini nyamuk tu hanya sebagai vektornya saja bukan penyebab penyakit malaria, penyebabnya adalah plasmodium yang dibawa oleh nyamuk seperti nyamuk anopheles betina.

 

“Bisa kita lihat dari jenis plasmodiumnya dengan cara pemeriksaan darah tepi nanti kita lihat palsmodiumnya vivax atau falciparum, kalau falciparum tidak ada pengulangan (kambuh lagi) tapi kalau vivax memang bisa kambuh kembali karena virusnya dorman (terdiam di hati),” ujar Argarini.

 

Argarini menghimbau kepada masyarakat Pemalang agar menjaga kesehatan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat, tempat kerja dan lainnya agar kita semua terhindar dari penyakit malaria dan penyakit lainnya baik yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

 

Sementara itu, surveilans penyakit malaria Tri Sulistiyono Arum Widodo mengatakan tentang pencegahan malaria yaitu dengan gaungkan 3 M+ yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang + memakai kelambu atau lotion.

 

“Yang saya tekankan adalah pencegahannya dengan 3M+ dan Jumat Bersih, jadi pengurangan penularan penyakit jadi lebih baik lagi,” pesannya.

Scroll to Top